DIBOHONGI 

18 TAHUN PERANG SAUDARA, AKHIRNYA SADAR KITA DIADU DOMBA BELANDA

Ini tragedi paling pilu di Sumatera Barat
1803 – 3 ulama Minang pulang dari Mekkah. Lihat kampungnya marak judi & sabung ayam. Mereka mau perbaiki, disebut KAUM PADRI (baju putih-putih).
Tapi ditentang KAUM ADAT (topi tanduk kerbau). Katanya: “Jangan hapus adat!”
Jadilah PERANG SAUDARA 18 tahun,Minang vs Minang,Pagaruyung berdarah
Kaum Adat kalah telak. Panik. Mereka buat kesalahan fatal:
TAHUN 1821 MINTA BANTUAN BELANDA 
Belanda senyum licik: “Oke kami bantu…”
Padahal niatnya mau kuasai Sumatera Barat
Baru sadar dijebak, Tahun 1833 Kaum Padri & Kaum Adat DAMAI & BERSATU, Semua berkumpul di Benteng Bonjol di bawah Tuanku Imam Bonjol
1833-1837 mereka bersama lawan Belanda sampai titik darah penghabisan
Sayang, 1837 Benteng Bonjol jatuh setelah dikepung 6 bulan. Imam Bonjol ditipu diajak runding tapi ditangkap & diasingkan sampai wafat di Manado 1864.
34 TAHUN PERANG, YANG MENANG BELANDA
Pelajaran hari ini: JANGAN MAU DIADU DOMBA SESAMA BANGSA
Komen “SETUJU” kalau lu merinding
Sumber:
—
1. Wikipedia – Perang Padri (1803-1837)
2. Kemdikbud RI – Tuanku Imam Bonjol Pahlawan Nasional
3. Dobbin, Christine. (1992). “Kebangkitan Islam dalam Ekonomi Petani yang Sedang Berubah: Sumatera Tengah, 1784-1847”. INIS
4. Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) – Perjanjian Masang 1821 & Jatuhnya Benteng Bonjol 1837
5. Amran, Rusli. (1981). “Sumatera Barat hingga Plakat Panjang”. Sinar Harapan.
6. Hadler, Jeffrey. (2010). “Sengketa Tiada Putus: Matriarkat, Reformisme Agama, dan Kolonialisme di Minangkabau”. Freedom Institute.