LGDTECH SEJARAH Andi Mappe

Andi Mappe

Andi Mappe adalah sosok pejuang yang memang dibutuhkan oleh masanya. Sebagai seorang bangsawan tinggi yang berlimpah dengan warisan kekayaan, setumpuk jabatan dan penghormatan kekaraengan tidak lantas membuatnya terlena dan berpangku tangan melihat rakyat dan daerahnya ingin kembali d!jajah oleh Belanda. Beliau turun langsung ditengah-tengah rakyat, keluar masuk hutan, dari kampung ke kampung melakukan perlawanan sekuat tenaga dengan segala sumber daya yang dimiliki.
Sejarah perjuangan kemerdekaan angkatan ’45 di Pangkep yang dipelopori oleh Andi Mappe, dalam riwayat perjuangannya adalah Kapten Harimau Indonesia (HI), yaitu laskar perjuangan yang didirikan oleh anak-anak muda yang gesit dan terampil dalam perjuangan gerilya. Gerakan perjuangannya sulit ditebak oleh musuh, karena basis pertahanan dan p3nyerangannya berpindah-pindah.
Andi Mappe bukan hanya tokoh pergerakan perjuangan kemerdekaan di Pangkep pada masa revolusi fisik, tetapi juga kepeloporannya dalam perjuangan kemerdekaan menjadi ikon perjuangan gerilya di Pangkep, bahkan bukan cuma di Pangkep, daerah perjuangannya sampai juga di Maros, Tanete dan Bulu Dua Soppeng. Berikut sepak terjang Andi Mappe dan pasukannya: tiada hari tanpa perang gerilya, seperti:
– P3rtempuran di Mangilu
– Perjalanan gerilya: m3nangkap mata-mata dan mencari dukungan
– P3rtempuran di Manggalung
– Perjalanan ke Balocci
– Membuat markas pertahanan dan p3nyerangan dari Pettung (Tanete)
– Gerilya dan p3rtempuran di Kampung Lisu dan Kota Barru
– Pasukan gerilya menuju Labakkang
– Pasukan gerilya di Bungoro dan Tondong
– Tercium mata-mata Belanda
– P3rtempuran di Salo’ Tallang
– Pasukan Menuju Maros
Pasukan HI di Pangkep selama berada dibawah pimpinan Andi Mappe cukup gesit mengadakan pengacauan, p3rlawanan bers3njata di wilayah Pangkajene, Tanete (Barru), Mallawa, Camba dan Maros. Oleh militer Polisi (MP) Belanda yang berkekuatan sebanyak 2 peleton yang mementahkan perlawanan tokoh HI Andi Mappe selama tiga hari tiga malam p3rtempuran di LoangngE, Distrik Balocci menunjukkan sikap beringas, kejam dan tidak berperikemanusiaannya dengan m3menggal leher Andi Mappe.
Saat kepala beliau berpisah dari batang l3hernya, MP Belanda kemudian m3ngarak kemana-mana k3pala tersebut, diperlihatkan pada khalayak penduduk di Pangkajene, di Bungoro, Maros dan terakhir di Labakkang. Mungkin hal ini dimaksudkan Belanda agar tidak ada lagi orang seberani Andi Mappe, agar tidak lagi ada orang yang berani menentang kekuasaan penjajahan Belanda, agar tidak ada lagi yang berani b3rperang melawan Belanda. Jika p3nyerangan masih dilakukan oleh pasukan HI dan mendapat dukungan dari penduduk maka akan bernasib sama dengan Andi Mappe.
K3pala almarhum Andi Mappe tersebut kemudian di bawa ke Maccini Baji/Labakkang. Ratusan masyarakat yang merasa ditinggal dan berhutang jasa atas perjuangan Andi Mappe turut mengantarnya. Oleh MP Belanda, hal tersebut dibiarkannya agar masyarakat menjadi saksi sejarah atas perjuangannya. Dengan iringan serdadu Belanda, k3pala almarhum Andi Mappe tersebut selanjutnya diseberangkan ke sebuah pulau yang bernama Cambang-cambang (Liukang Tupabbiring), sebuah pulau yang tidak berpenghuni ketika itu, tidak didiami oleh manusia, dekat dari Maccini Baji.
Sumber: M. Farid W Makkulau ( Kapten Harimau Indonesia Andi Mappe)
Please follow and like us:
Pin Share

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post