PENJAJAHAN vs PENAKLUKAN
Apakah kerjasama Penguasa Lokal (Raja-raja Nusantara) dengan Serikat Dagang VOC, yang dilakukan secara resmi tanpa paksaan, tanpa Penaklukan bisa disebut: Penjajahan?
Ada 6 negara yang pernah menanamkan pengaruhnya, di wilayah Indonesia, tapi tidak semua jadi penjajah:
1. PORTUGIS (1509–1595):
Datang pertama kali berfokus di wilayah Maluku untuk menguasai perdagangan rempah-rempah yang sangat berharga saat itu.
2. SPANYOL (1521–1692):
Menyusul langkah Portugis dan sempat bersaing ketat di Maluku sebelum akhirnya menggeser fokus mereka ke Filipina.
3. BELANDA (1602–1942):
Masa pendudukan terlama dalam sejarah Nusantara. Melalui kongsi dagang VOC hingga pemerintahan Hindia Belanda, mereka mengontrol aspek ekonomi dan politik hampir seluruh wilayah kepulauan.
4. PERANCIS (1806–1811):
Terjadi saat Belanda ditaklukkan oleh Napoleon Bonaparte. Masa ini diwarnai kepemimpinan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels yang membangun Jalan Raya Pos (Penyambung Anyer-Panarukan).
5. INGGRIS (1811–1816):
Mengambil alih kekuasaan dari Prancis/Belanda di bawah pimpinan Thomas Stamford Raffles, yang memperkenalkan sistem sewa tanah dan menulis buku sejarah kenamaan, History of Java.
6. JEPANG (1942–1945):
Pendudukan singkat namun sangat berat di tengah Perang Dunia II, yang pada akhirnya memicu momentum emas kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945.
Kesimpulan sementara:
1. Dibandingkan dengan Jawa, Kepulauan MALUKU lebih dulu kedatangan Portugis (1505) kemudian disusul oleh Spanyol tahun (1521), di Kerajaan Pajajaran – Sunda Kalapa, kemudian dimenangkan oleh Belanda dengan membuat perjanjian kerjasama dagang dengan Pribumi (1599).
2. Tanggal: 21 Agustus 1522. Prabu Surawisesa (Raja Pajajaran) dan Henrique Leme (utusan Gubernur Portugis di Malaka) mengadakan perjanjian di Sunda Kelapa (Jakarta), ditandai dengan peletakan batu “Prasasti Padrao” Sunda Kelapa.
PERTANYAAN:
1. Apakah praktek kerjasama yang ditandatangani oleh Penguasa Lokal (raja-raja) dengan VOC bisa disebut penjajahan?
2. Apakah rakyat Pajajaran, pada masa Pemerintahan Prabu Surawisesa merasakan penderitaan dan pembantaian dari bangsa Portugis setelah ditandatangani Perjanjian?
3. Bagaimana di tempat anda, siapa yang paling dirasakan penderitaan oleh rakyat?